Minggu, 01 Juli 2012

Wisata Sumber Air Suci di Pura Tanah Lot Pulau Bali



Bali adalah surga tempat wisata di Indonesia. Setiap jengkal Pulau Dewata menyimpan pesona budaya Timur yang agung. Begitu juga dengan acara liburan saya ke Pulau Bali yang satu ini, Tanah Lot. Tanah Lot termasuk dalam wilayah kota Tababan. Meski demikian, salah satu tempat wisata di Indonesia Timur ini lebih dekat menuju kota Denpasar. Lokasi penting lain yang jaraknya relatif dekat dengan Tanah Lot adalah Pantai Kuta, Bandara Internasional Ngurah Rai, Lapas Krobokan, dan Pantai Jimbaran.
Tanah Lot merupakan tempat wisata di Pulau Bali yang berupa sebuah pantai dengan pulau kecil yang di atasnya berdiri dua buah pura, yang satu besar satunya lagi kecil. Cukup aneh untuk kita dapati sebuah pura yang dibangun di atas pulau karang di tepi pantai. Hal ini mengingatkan saya pada salah satu kisah film bajak laut di Laut Karibia. Mereka membangun sebuah kuil untuk menghormati dan meminta perlindungan kepada Dewa Laut, Poseidon. Kepercayaan yang mendalam akan terwujud dalam bentuk tindakan pemujaan yang demikian.
tempat wisata di bali - puri di tengah lautan
tempat wisata di bali - puri di tengah lautan

Pura di Atas Pulau Kecil Pantai Bali

Pantai Tanah Lot cukup bersih. Pemerintah setempat sangat paham bahwa iklim wisata yang maju selalu didukung upaya menjaga kelestarian alam. Air laut tampak biru dengan ombak yang tidak begitu besar. Kali ini saya mencoba turun ke air dan berjalan di tengah sapuan ombak pantai. Lumayan bisa mengurangi kepenatan dan stress dalam bekerja di internet. Capek juga kan kalau tiap hari pantengin monitor laptop. Sesekali kita perlu liburan menjelajahi alam dan melihat hal-hal yang sifatnya natural.
Waktu lagi berada di tengah-tengah laut menuju pulau kecil tempat pura Tanah Lot, saya teringat salah satu ucapan pemandu wisata (tour guide) saat di dalam bus. Tour guide tersebut menceritakan bahwa di Pura Tanah Lot terdapat sebuah sumber air tawar alami. Air tawar di tengah lautan? Mungkin awalnya terdengar aneh. Tapi itulah kenyataannya. Kita juga sering membaca berita penemuan aliran air sungai tawar di bawah laut, bukan? Nah, mungkin penjelasannya kurang lebih sama dengan fenomena yang satu ini.
Masih menurut tour guide tadi, air tawar yang ada di pura di pantai Tanah Lot ini dipercaya oleh masyarakat setempat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lebih dari itu, bisa seseorang berdoa di pura Tanah Lot dan minum air tawar tersebut maka doanya bisa terkabulkan. Hmm, saya jadi ingat mitos tiang bangunan Keraton Mangkunegaran Solo kemarin. Konsep the law of attraction sepertinya sudah mengakar kuat dalam pola hidup masyarakat adat Indonesia.
Wisata Sumber Air Suci di Pura Tanah Lot Pulau Bali
Wisata Sumber Air Suci di Pura Tanah Lot Pulau Bali

Air Suci Untuk Kesehatan Dan Pengabulan Doa

Terdengar agak konyol untuk percaya kepada mitos seperti itu. Takdir manusia kan nggak ditentukan oleh mitos. Tapi tak ada salahnya kan kalau menghibur diri dengan mencoba hal tersebut. Lagi pula kegiatan ini dalam rangka lliburan, nggak perlu serius-serius amat dalam menyikapinya. Sudah bayar mahal buat sampai di Bali lebih baik have fun saja. Saya lihat banyak wisatawan lainnya yang bergerombol mencoba peruntungan dengan berdoa dan minum sumber air suci Pura Tanah Lot.
Sumber air tawar di Tanah Lot berada pada bagian bawah pulau mungil itu. Sumber air suci itu dijaga oleh seorang lelaki yang berperan seperti juru kunci kalau di pemakaman Jawa. Pakaian lelaki itu berwarna putih dan mengenakan ikat kepala khas Bali. Sebelum wisatawan mencapai lokasi air suci, pria penjaga tersebut menempelkan sesuatu di pelipis kening wisatawan tersebut. Benda itu sejenis butiran beras. Saya kurang tahu pasti maksud ritual ini. Boleh jadi itu bagian dari acara bersih diri sebelum berdoa, semacam berwudhu bagi umat Muslim.
Air tawar itu memang terasa tawar dan menyegarkan saat diminum. Ada wisatawan yang meminumnya dengan cara mengumpulkan di tangan. Ada pula turis yang menggunakan untuk membasuh muka. Bahkan ada juga wisatawan yang memasukkan air tawar tersebut ke dalam botol. Mungkin buat oleh-oleh untuk yang di rumah. Biasa nih orang Indonesia, nggak di masjid nggak di pura kalau ketemu air suci bawaannya pengen dibawa pulang saja. Kalau saya sendiri cukup untuk membasuh muka saja. Lumayan untuk mencegah pertumbuhan jerawat membandel. 
Karena kondisi pulau Tanah Lot ini kecil, acara menjelajahi pura pun nggak butuh waktu lama. Isinya tidak jauh berbeda dengan pura-pura pemujaan lain. Ada altar pemujaan dan beberapa benda yang digunakan dalam ritual umat Hindu. Selesai menyusuri setiap sisi Tanah Lot, saya dan teman-teman balik ke arah pantai. Lagi-lagi saya harus menyeberangi laut yang berombak kecil. Canda-tawa mengiringi langkah kami menuju daratan Pulau Bali.
Pengalaman liburan yang menarik di Bali. Tanah Lot adalah bagian dari daya tarik tempat wisata di Denpasar dan sekitarnya. Pulau Bali memang tidak seluas Pulau Jawa. Meski Bali nggak luas, ada banyak obyek wisata di Bali yang patut wisatawan kunjungi. Jangan lewatkan untuk membaca review liburan ke tempat wisata di Bali lainnya. Nantikan kelanjutannya hanya di blog Panduan Tempat Wisata yang satu ini. Ayo jalan-jalan keliling Nusantara.
sumber: http://tempatwisata.web.id/wisata-sumber-air-suci-di-pura-tanah-lot-pulau-bali.html

Air terjun dua warna, sibolangit, medan





Air Terjun Dua Warna, bisa menjadi pilihan Anda untuk refreshing selama beberapa hari libur ini. Letaknya pun tidak jauh dari Kota Medan, hanya 1 jam perjalanan saja yakni di Bumi Perkemahan Sibolangit, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kab Deli Serdang.
Inilah saatnya Anda perlu menyegarkan diri atau refreshing dengan kembali ke hutan, menghirup udara segar, mendengar suara air sungai dan memanjakan mata dengan warna-warna alam.
Dari lokasi ini kita akan memulai perjalanan masuk hutan atau hiking selama 3 jam untuk sampai di lokasi air terjun. Tempat wisata ini memang terkesan unik. Dari namanya saja orang-orang menyebutnya Air Terjun Dua Warna sebab air terjun yang turun dari sungai atas akan tertampung ke sebuah danau kecil dan disinilah air tersebut memiliki dua warna yaitu biru muda dan putih keabu-abuan.
Setelah ditelusuri ternyata air terjun ini bersumber dari letusan Gunung Sibayak yang membentuk aliran sungai yang dialiri belerang (sulfur) yang kemudian bersatu dengan resapan air hutan sehingga menjadi berair dingin yang berwarna biru. Uniknya lagi, air terjun tersebut tidak mengeluarkan bau belerang namun jangan pernah meminum air tersebut.

Selain itu, keberadaan air terjun ini juga tersembunyi di dalam hutan hujan tropis di tengah hutan Sibayak I dan Sibayak II dengan ketinggian 1475 meter dari permukaan laut. Pada kawasan ini terdapat 4 air terjun, yakni 2 air terjun utama dan 2 air terjun kecil. Tinggi air terjun utama sekitar 50 meter dan air terjun kedua sekitar 20 meter. Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan sebelum menuju air terjun tersebut kita harus mempersiapkan peralatan hiking seperti sepatu atau sandal gunung, tas ransel untuk membawa perlengkapan baju pengganti, handuk, air minum, bekal makan siang, makanan ringan dan kamera.
Ada baiknya kita berangkat dari Medan pada subuh hari sehingga ketika sampai di lokasi air terjun tersebut tidak kesiangan dan masih sempat berenang sambil merasakan dinginnya air terjun dua warna tersebut.
sumber :  http://tempatberlibur.wordpress.com

TIPS MENGATASI INSOMNIA | PENYAKIT SUSAH TIDUR


Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar 1/3 waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.

Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.
Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.
Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki-laki.

CARA MENGATASI PENYAKIT SUSAH TIDUR

* Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
* Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
* Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
* Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.
* Makanlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.
* Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi, alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
* Mandilah dengan air hangat 30 menit atau 1 jam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.
* Berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
* Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.
* Hentikan menonton TV atau membaca buku, setidaknya 1 jam sebelum tidur.
Itulah beberapa tips mengatasi susah tidur anda. Ingatlah selalu bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Dengan waktu tidur yang cukup, maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi hingga malam.
Normalnya manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan atau karena sudah terbiasa.
Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.
 sumber: http://www.isdaryanto.com

Teori Psikologi Kepribadian


Teori psikologi KepribadianPengembangan kepribadian telah menjadi topik utama yang menarik bagi beberapa pemikir yang paling menonjol dalam psikologi. Pengembangan psikologi kepribadian adalah apa yang membuat kita unik, tetapi bagaimana tepatnya hari ini kita menjadi siapa?
Untuk menjawab pertanyaan ini, teoretisi terkemuka banyak dikembangkan teori tahap untuk menggambarkan berbagai langkah dan tahapan yang terjadi di jalan pengembangan kepribadian. Teori - teori pengembangan kepribadian ini berfokus pada berbagai aspek pengembangan psikologi kepribadian, termasuk kognitif, perkembangan sosial dan moral.

Macam-macam Teori Psikologi Kepribadian :

1. Piaget Tahapan Pengembangan Kognitif
Teori Jean Piaget tentang  perkembangan kognitif tetap salah satu yang paling sering dikutip dalam psikologi, meskipun menjadi subjek kritik yang cukup. Sementara banyak aspek teori tidak teruji oleh waktu, namun ide intinya tetap penting hari ini: anak-anak berpikir berbeda daripada orang dewasa. Pelajari lebih lanjut tentang teori Piaget terobosan dan kontribusi penting dibuat untuk pemahaman kita tentang pengembangan kepribadian.
2. Freud Tahapan Pembangunan Psikoseksual
Selain menjadi salah satu terbaik tahu pemikir di bidang pengembangan kepribadian, Sigmund Freud tetap salah satu yang paling kontroversial. Pada tahap teori terkenal tentang perkembangan psikoseksual, Freud menyarankan bahwa kepribadian berkembang secara bertahap yang berkaitan dengan zona erotis tertentu. Kegagalan untuk berhasil menyelesaikan tahap ini, ia menyarankan, akan menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.
3. Freud Struktural Model Kepribadian
Konsep Freud tentang id, ego dan superego telah menjadi terkenal dalam budaya populer, meski kurangnya dukungan dan skeptisisme besar dari banyak peneliti. Menurut Freud, tiga unsur dari kepribadian-yang dikenal sebagai id, ego, dan superego-bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
4. Erikson Tahapan Pembangunan Psikososial
Teori Erik Erikson tentang delapan tahap perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Sementara teori didasarkan pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada pengembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.
5. Kohlberg Tahapan Pembangunan Moral
Lawrence Kohlberg mengembangkan teori pengembangan psikologi kepribadian yang berfokus pada pertumbuhan pemikiran moral. Bangunan pada proses dua-tahap yang diusulkan oleh Piaget, Kohlberg memperluas teori untuk meliputi enam tahapan yang berbeda. Sementara teori tersebut telah dikritik karena beberapa alasan yang berbeda, termasuk kemungkinan bahwa ia tidak mengakomodasi jenis kelamin yang berbeda dan budaya yang sama, teori Kohlberg tetap penting dalam pemahaman kita tentang pengembangan psikologi kepribadian.

TEORI SIGMUND FREUD

Teori Sigmund Freud

Teori Freud. Psikoanalisis hampir diidentikan dengan sosok seorang Freud. Sigmund Freud (1856-1939) lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg Moravia yang pada masa itu merupakan provinsi di bagian utara Kekaisaran Autro Hongaria dan sekarang adalah wilayah Republik Ceska.
Dalam buku Sejarah dan Sistem Psikologi oleh James F. Brennan pada tahun 2006, pandangan freud terus berkembang selama kariernya yang panjang. Hasil kolektif tulisan tulisan yang luas merupakan sebuah sistem rinci tentang perkembangan kepribadian. Freud mengemukakan tiga struktur spesifik kepribadian yaitu Id, Ego dan Superego. Ketiga struktur tersebut diyakininya terbentuk secara mendasar pada usia tujuh tahun.
Struktur ini dapat ditampilkan secara diagramatik dalam kaitannya dengan aksesibilitas bagi kesadaran atau jangkauan kesadaran individu. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang bersifat irasional. Id merupakan sebuah keinginan yang dituntun oleh prinsip kenikmatan dan berusaha untuk memuaskan kebutuhan ini.

Ego merupakan sebuah pengatur agar id dapat dipuaskan atau disalurkan dalam lingkungan sosial. Sistem kerjanya
pada lingkungan adalah menilai realita untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego. Sedangkan Superego sendiri adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan nilai baik-buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan Ego yaitu Id.
Kesadaran dan Ketidaksadaran
Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.
Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan.
Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran.
Kecamasan
Bagian yang tidak kalah penting dari teori Freud adalah tentang kecemasan. Kecemasan ini menurutnya berkembang dari konflik antara sistem id, ego dan superego tentang sistem kontrol atas energi psikis yang ada. Menurut Freud kecemasan itu ada tiga: kecemasan realita, neurotik dan moral.
(1) Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata.
(2) Kecemasan neurotik adalah rasa takut kalau-kalau instink akan keluar jalur dan menyebabkan sesorang berbuat  sesuatu yang dapat mebuatnya terhukum, dan
(3) Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap hati nuraninya sendiri. Orang yang hati nuraninya cukup berkembang cenderung merasa bersalah apabila berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma moral.
Mekanisme Pertahan Ego
Untuk menghadapi tekanan kecemasan yang berlebihan, sistem ego terpaksa mengambil tindakan ekstrim untuk menghilangkan tekanan itu. Tindakan yang demikian itu, disebut mekanisme pertahanan, sebab tujuannya adalah untuk mempertahankan ego terhadap tekanan kecemasan. Dalam teori Freud, bentuk-bentuk mekanisme pertahanan yang penting adalah:
a. represi; ini merupakan sarana pertahanan yang bisa mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran,
b. memungkiri; ini adalah cara mengacaukan apa yang dipikirkan, dirasakan, atau dilihat seseorang dalam situasi traumatik,
c. pembentukan reaksi; ini adalah menukar suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan melawannya dalam kesadaran,
d. proyeksi; ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar,
e. penggeseran; merupakan suatu cara untuk menangani kecemasan dengan menyalurkan perasaan atau impuls dengan jalan menggeser dari objek yang mengancam ke “sasaran yang lebih aman”,
f. rasionalisasi; ini cara beberapa orang menciptakan alasan yang “masuk akal” untuk menjelaskan disingkirnya ego yang babak belur,
g. sublimasi; ini suatu cara untuk mengalihkan energi seksual kesaluran lain, yang secara sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi,
h. regresi; yaitu berbalik kembali kepada prilaku yang dulu pernah mereka alami,
i. introjeksi; yaitu mekanisme untuk mengundang serta “menelaah” sistem nilai atau standar orang lain,
j. konpensasi,
k. ritual dan penghapusan.
Tahap Perkembangan Kepribadian
Perkembangan manusia dalam psikoanalitik merupakan suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual, mulai dari lahir sampai dewasa. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun, meliputi beberapa tahap yaitu tahap oral, tahap anal, tahap phalik, tahap laten, dan tahap genital.
sumber : http://www.psikologizone.com

teori erich fromm


Kehidupan Personal
Erich Fromm dilahirkan di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900.Pemikirannya banyak didasarkan pada subjek psikologi dan sosiologi. Latar belakang akademiknya dimulai dari Universitas Frankfurt dengan major yurisprudensi. Hanya bertahan setahun di sana, Fromm memutuskan untuk belajar sosiologi di Universitas Heidelberg. Selama di Heidelberg, ia juga belajar psikoanalisis di bawah bimbingan Frieda Richmann. Di tahun 1930, ia bergabung dengan Frankfurt Institute for Social Research, sebuah institut yang melahirkan Mahzab Frankfurt. Saat itu, ia juga mengembangkan ilmunya dengan belajar psikoanalisis di Munich dan di Institut Psikoanalisis Berlin. Di tahun 1934, ketika Nazi mengambil alih Jerman, ia pindah ke Amerika Serikat. Kehidupannya di Amerika diisi dengan di Institut Psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Sebelum pensiun, ia membangun psikoanalisis di Meksiko dan menjadi profesor di sana. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Pandangan Fromm tentang kehidupan banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa mudanya.Salah satunya ialah ketika di umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri. Fromm sangat terguncang karena kejadian itu karena tidak ada seorang pun memahami mengapa wanita tersebut memilih mati bunuh diri. Ia juga dilahirkan sebagai anak dari kedua orangtua yang neurotis. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram. Ibunya mudah menderita depresi hebat. Hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan, Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Selanjutnya, ketikaberumur 14 tahun, Fromm melihat irasionalitas melanda Jerman, tepatnya ketika pecah perang dunia pertama. Dia menyaksikan bahwa orang Jerman menjadi ultranasionalis, terperosok ke dalam suatu fanatisme sempit, histeris dan tergila-gila.Orang-orang dekatnya menjadi terpengaruh; saudaranya, teman-teman dan kenalannya, sampai seorang guru yang sangat ia kagumi. Akhirnya, banyak dari mereka meninggal di parit-parit perlindungan. Ia heran mengapa orang yang baik dan bijaksana tiba-tiba menjadi gila.
Karena berbagai peristiwa itulah, kehidupan muda Fromm merupakan laboratorium hidup bagi observasinya terhadap tingkah laku neurotis. Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat manusia dan sumber tingkah laku irasional. Dia menduga hal itu adalah akibat kekuatan sosio-ekonomis, politis, dan historis yang secara masif mempengaruhi kodrat kepribadian manusia.
Karya Pemikiran Erich Fromm
Karya-karya Fromm dibentuk melalui wawasan yang luas yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusastraan, dan filsafat. Tema dasar dari dasar semua tulisan Fromm eksistensialisme manusia dalam kebebasan. Dalam pandangan Fromm, individu adalah entitas yang merasa terisolasi karena dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Hal ini terangkum dalam karyanya yang pertama, Escape from Freedom (1941). Di buku ini, Fromm mengajukan tesis bahwa manusia seiring perkembangan peradaban, menjadi semakin bebas. Di sisi lain, kebebasan manusia membuat mereka makin merasa kesepian (being lonely). Kebebasan menjadi keadaan yang negatif dari mana manusia melarikan diri. Manusia gamang dan takut dengan kebebasan yang sebenarnya tak memberi jaminan dan kepastian.
Jawaban dari ketakutan akan kebebasan tersebut terwujud dalam dua pilihan. Pertama, semangat cinta dan kerjasama yang menghasilkan manusia yang mengembangkan masyarakat yang lebih baik. Kedua, manusia merasa aman dengan tunduk pada penguasa yang kemudian dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat. Totalitarianisme, kekejian, materialisme, dan berbagai manifestasi sifat vulgar manusia lainnya, menurut Fromm, tak lain merupakan bentuk pelarian seseorang dari kebebasan (Subono, 2010). Pandangan ini sebenarnya merupakan bekas jejak memori masa lalu Fromm yang membuatnya merasa prihatin terhadap rezim-rezim yang didirikan manusia (Rahmawati, 2011).
Dalam buku-buku Fromm berikutnya (1947, 1955, 1964), dikatakan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat sebuah kontradiksi dasar. Kontradiksi di sini mengandung maksud bahwa manusia merupakan bagian tetapi sekaligus terpisah dari alam, merupakan binatang sekaligus manusia. Sebagai binatang, individu memiliki kebutuhan fisik tertentu yang harus dipuaskan. Sebagai manusia, individu memiliki kesadaran diri, pikiran, perasaan, dan khayalan. Pengalaman khas manusia meliputi perasaan lemah lembut, cinta, kasihan, perhatian, tanggung jawab, identitas, intergritas, bisa terluka, transendensi, dan kebebasan, nilai-nilai serta norma-norma. Oleh karena itu, setiap masyarakat yang diciptakan manusia, entah termanifestasikan dalam bentuk feodalisme, kapitalisme, fasisme, sosialisme, dan komunisme, semuanya menunjukkan usaha manusia untuk menciptakan jalan tengah atas kontradiksi tersebut.
Dalam To Have or To Be (1976), Fromm menyatakan bahwa ada dua modus eksistensi manusia dalam masyarakat kapitalis. Pertama adalah ‘memiliki’ (to have). Modus ini cenderung tidak sehat karena dalam modus ini, eksistensi ini manusia menjadi utuh dengan membeli, memiliki, dan terobsesi pada sesuatu. Kedua adalah ‘menjadi’ (to be). Kebalikan darito have,to be cenderung bersifat positif, sehat, dan mengaktualisasikan kesejatian manusia. Dalam modus ini, seseorang merasa utuh dengan bekerja, berproses, merealisasikan dirinya. Dengan kata lain sebuah proses ‘menjadi’ seseorang yang beridentitas. Isu yang ditelaah oleh Fromm ini sangat dekat dengan masyarakat modern di mana identitas dan eksistensi berbanding lurus dengan banyaknya barang bermerk mahal yang dimiliki, di mana kegemaran akan berbelanja lebih menuruti gengsi daripada kebutuhan.
Kodrat manusia bukanlah sekumpulan potensi tertentu yang hanya sekedar menerima apa yang didapat dari lingkungan budaya, tetapi ada faktor inner yang merupakan dorongan eksistensial manusia, yang terdiri atas dorongan yang produktif dan nonproduktif (Fromm, 1947). Dorongan produktif identik dengan sikap cinta akan kehidupan yang berakar, sedangkan dorongan non-produktif identik dengan sikap destruktif-nekrofilik yang dicerminkan oleh sikap reseptif, eksploitatif, menimbun serta karakter pasar. Dorongan eksistensial produktif dan nonproduktif ini berakar dalam orientasi hidup manusia.
Struktur sosial masyarakat modern saat ini menurut Fromm (1955, 1976) telah membentuk watak sosial yang pasif-non produktif yang berakarkan pada orientasi to have, sehingga perlu adanya kesadaran baru guna merombak orientasi ini. Kebudayaan modern seolah-olah telah memberikan pola-pola yang memungkinkan mereka hidup seutuhnya. Akan tetapi, dalam pandangan Fromm walaupun kebudayaan modern kurang memberi gerak bagi upaya menumbuhkan orientasi to be, orientasi ini akan selalu ada, karena merupakan orientasi dasar yang melekat dalam diri manusia. Dengan demikian, harapan untuk menumbuhsuburkan orientasi ini terbuka lebar. Ditandai dengan munculnya kesadaran bahwa atas dasar pertimbangan ekonomi dan profit semata-mata, seseorang tidak akan mencapai kebahagiaan. Tanda lain yang memberikan harapan adalah meningkatnya ketidakpuasan terhadap sistem sosial yang ada. Mereka tidak bahagia karena merasa terpencil dan karena ‘kebersamaan’ mereka terasa hampa. Mereka merasakan kemandulan dan tidak bermaknanya hidup yang mereka jalani.
Oleh karena itu, konsepsi masyarakat ideal yang harus diwujudkan adalah masyarakat yang berhubungan satu sama lain dengan penuh cinta, berakar pada ikatan persaudaraan dan solidaritas. Dalam pandangan Fromm, individu akan mencapai hakikat manusiawi seutuhnya di dalam lingkungan masyarakat yang memberi ruang bagi individu untuk mencapai pengertian tentang diri dengan mengalami dirinya sebagai subjek dari potensinya, bukan dengan bertindak sesuai konformitas. Fromm mengusulkan suatu nama untuk masyarakat yang sempurna tersebut, yaitu Sosialisme Komunitarian Humanistik (Subono, 2010).
Erich Fromm dan Teori Kritis
Pemikiran Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karya Marx yang pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts. Namun, sebagai seorang psikoanalis yang berkiblat pada Freud, Fromm membandingkan ide-ide Freud dan Marx. Ia menyelidiki kontradiksi-kontradiksi keduanya dan melakukan percobaan yang sintesis. Pada tahun 1959, Fromm menulis analisis yang sangat kritis bahkan polemis tentang kepribadian Freud dan pengaruhnya, sebaliknya berbeda sekali dengan kata-kata pujian yang diberikan kepada Marx pada tahun 1961. Fromm berujung pada kesimpulan bahwa Marx merupakan pemikir yang lebih ulung daripada Freud. Meskipun Fromm dapat disebut sebagai seorang teoritikus kepribadian Marxis, ialebih memilih disebut filsuf humanis dialektik.
Di sisi lain, ia menemukan celah-celah dalam pemikiran Marx dan menggunakan psikoanalisis untuk mengisi celah tersebut. Oleh karena itulah, ketika bergabung dengan Sekolah Frankfurt yang meletakkan dasar ajarannya pada pemikiran Marx, Fromm melakukan kritik ideologi melalui ajaran Freud. Erich Fromm-lah yang memberikan kontribusi psikoanalisis Freud dalam tradisi kritis. Menurut Fromm, Teori Kritis membutuhkan psikoanalisis karena dapat mempertajam kritik ideologi Marx. Menurut Marx, ideologi adalah bentuk manifestasi kesadaran palsu. Ideologi tidak menggambarkan situasi nyata manusia secara apa adanya, tetapi merupakan legitimasi yang digunakan kelompok borjuis untuk menindas kelas pekerja. Oleh karena itu, psikoanalisis dapat menjelaskan mengapa kesadaran palsu itu dapat diciptakan.
Titik kulminasi karya filosofi sosial Fromm dapat dilihat di bukunya The Sane Society (1955).Dalam buku ini, Fromm menolak baik komunisme Soviet maupun kapitalisme barat karena keduanya dipandangnya sebagai dehumanisasi yang melahirkan fenomena alienasi modern yang terjadi secara universal. Dengan berpijak pada Marx, Fromm menekankan kembali konsepsi ideal kebebasan, yang telah banyak hilang dari Marxisme Soviet dan justru lebih banyak ditemukan pada tradisi sosialis libertarian. Ia merumuskan suatu sistem masyarakat ideal ialah yang berlandaskan humanisme dan sosialisme demokrat.
Dalam pandangan Fromm (1955), tatanan masyarakat ideal tersebut dapat terealisasikan apabila tercapai suatu kondisi di mana kontradiksi dan irasionalitas sosial manusia terhapus. Menurut Fromm kedua hal itulah yang telah menjebak seluruh sejarah umat manusia dalam ‘kesadaran palsu’ agar dengan hormat membenarkan dominasi dan ketundukan sehingga eksistensi tatanan sosial tidak berjalan seiring dengan kemampuan pemikiran kritis manusia. Untuk menghapuskan kontradiksi dan irasionalitas sosial, jalan yang harus dilakukan adalah melalui proses penyadaran sosial.
Fromm melihat bahwa hubungan antara struktur sosial dan karakter sosial serta individu tidak pernah statis, unsur tersebut memiliki hubungan sebagai proses yang tidak pernah berakhir. Perubahan pada salah satu faktor berarti perubahan pada keduanya. Struktur sosial masyarakat dapat mempengaruhi pembentukan karakakter sosial anggota-anggotanya, sehingga mereka ingin melakukan apa yang harus mereka lakukan. Pada saat yang bersamaan, karakter sosial mempengaruhi struktur sosial masyarakat dengan jalan berfungsi sebagai sumber perekat yang memperkukuh stabilitas struktur sosial, atau dapat pula sebagai perombak struktur sosial.
Transformasi dari masyarakat yang sakit kepada masyarakat yang sehat menurut Fromm tergantung dari penciptaan kembali kesempatan bagi anggota-anggota masyarakat untuk berjalan bersama, saling mengagumi, saling menyapa, untuk menciptakan orientasi baru dari kehidupan dan dalam budaya mereka. Prinsip perubahan ini menurut Fromm juga selaras dengan apa yang pernah diungkapkan Marx. Fromm menjelaskan bahwa Marx telah mencoba menghancurkan ilusi-ilusi yang cenderung menutupi kesadaran para pekerja mengenai kesengsaraan mereka.
Berangkat dari pikiran-pikiran Marx yang fundamental dan penerapan kebebasan pada manusia, Fromm membawa teori kritis pada pengertian baru tentang kebahagiaan manusia. Kebahagiaan yang ditawarkan oleh industri konsumsi adalah kebahagiaan semu, karena tidak membawa manusia pada pemilikan diri yang tenang, melainkan membuatnya tergantung dari semakin banyak benda; Padahal menurut Fromm (1987) seharusnya kebahagiaan seharusnya ketika manusia being more, bukan having more.
Penyakit peradaban tidak selalu ditentukan oleh kemiskinan material saja, tetapi juga oleh hilangnya semangat kebebasan dan keyakinan diri. Fromm (1955) mengingatkan bahwa gejolak-gejolak yang akan mengubah wajah dunia akan bersemi, tetapi tidak dikarenakan ‘revolusi’ atau ‘reformasi’, melainkan disebabkan kehendak untuk bebas. Individu-individu akan bertindak bersama-sama dengan kesadaran penuh akan ketergantungan mereka satu sama lain, tetapi mereka juga bertindak untuk diri mereka sendiri. Kebebasan mereka tidak diberi dari atas, tetapi mereka akan mengambil apa yang menjadi hak mereka.
Daftar Pustaka
Subono, Nur Iman. (2010). Erich Fromm: Psikologi Sosial Materialis yang Humanis. Jakarta: Kepik Ungu.
Rahmawati, Devie. Dalam Dilema Kebebasan. (2011, 21 April). Kompas, 11.
Habib, Zainal. (2001). Pancasila sebagai Pola Dasar Budaya indonesia dalam Analisis Erich Fromm. Yogyakarta : Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada

TEORI ERIKSON

Erik Erikson (1902-1994) mengatakan bahwa terdapat delapan tahap perkembangan terbentang ketika kita melampaui siklus kehidupan. Masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas dan mengedepankan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi. Bagi Erikson, krisis ini bukanlah suatu bencana, tetapi suatu titik balik peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi.
Semakin berhasil individu mengatasi krisis, akan semakin sehat perkembangan mereka. Berikut adalah beberapa tahap krisis perkembangan menurut Erik Erikson dalam buku Life Span Development oleh John W. Santrok pada tahun 2002:

Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust versus mistrust)

Adalah suatu tahap psikososial pertama yang dialami dalam tahun pertama kehidupan. Suatu rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekuatiran akan masa depan. Kepercayaan pada masa bayi menentukan harapan bahwa dunia akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan.
Otonomi dengan rasa malu dan keragu-raguan (autonomy versus shame and doubt)
Adalah tahap perkembangan kedua yang berlangsung pada masa bayi dan baru mulai berjalan (1-3 tahun). Setelah memperoleh rasa percaya kepada pengasuh mereka, bayi mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah atas kehendaknya. Mereka menyadari kemauan mereka dengan rasa mandiri dan otonomi mereka. Bila bayi cenderung dibatasi maka mereka akan cenderung mengembangkan rasa malu dan keragu-raguan.
Prakarsa dan rasa bersalah (initiative versus guilt)
Merupakan tahap ketiga yang berlangsung selama tahun-tahun sekolah. Ketika mereka masuk dunia sekolah mereka lebih tertantang dibanding ketika masih bayi. Anak-anak diharapkan aktif untuk menghadapi tantangan ini dengan rasa tanggung jawab atas perilaku mereka, mainan mereka, dan hewan peliharaan mereka. Anak-anak bertanggung jawab meningkatkan prakarsa. Namun, perasaan bersalah dapat muncul, bila anak tidak diberi kepercayaan dan dibuat mereka sangat cemas.
Tekun dan rendah diri (industry versus inferiority)
Berlangsung selama tahun-tahun sekolah dasar. Tidak ada masalah lain yang lebih antusias dari pada akhir periode masa awal anak-anak yang penuh imajinasi. Ketika anak-anak memasuki tahun sekolah dasar, mereka mengarahkan energi mereka pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual. Yang berbahaya pada tahap ini adalah perasaan tidak kompeten dan tidak produktif.
Identitas dan kebingungan identitas (identity versus identity confusion)
Adalah tahap kelima yang dialami individu selama tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini mereka dihadapkan oleh pencarian siapa mereka, bagaimana mereka nanti, dan ke mana mereka akan menuju masa depannya. Satu dimensi yang penting adalah penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. Penjajakan karir merupakan hal penting. Orangtua harus mengijinkan anak remaja menjajaki banyak peran dan berbagai jalan. Jika anak menjajaki berbagai peran dan menemukan peran positif maka ia akan mencapai identitas yang positif. Jika orangtua menolak identitas remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak peran dan juga tidak dijelaskan tentang jalan masa depan yang positif maka ia akan mengalami kebingungan identitas.
Keintiman dan keterkucilan (intimacy versus isolation)
Tahap keenam yang dialami pada masa-masa awal dewasa. Pada masa ini individu dihadapi tugas perkembangan pembentukan relasi intim dengan orang lain. Saat anak muda membentuk persahabatan yang sehat dan relasi akrab yang intim dengan orang lain, keintiman akan dicapai, kalau tidak, isolasi akan terjadi.
Bangkit dan berhenti (generality versus stagnation)
Tahap ketujuh perkembangan yang dialami pada masa pertengahan dewasa. Persoalan utama adalah membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna (generality). Perasaan belum melakukan sesuatu untuk menolong generasi berikutnya adalah stagnation
Integritas dan kekecewaan (integrity versus despair)
Tahap kedelapan yang dialami pada masa dewasa akhir. Pada tahun terakhir kehidupan, kita menoleh ke belakang dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama hidup. Jika ia telah melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan lalu maka integritas tercapai. Sebaliknya, jika ia menganggap selama kehidupan lalu dengan cara negatif maka akan cenderung merasa bersalah dan kecewa.