Kamis, 07 Juni 2012

PEDAGOGI



Pedagogi ialah kajian mengenai pengajaran, khususnya pengajaran dalam pendidikan formal. Dengan kata lain, ia adalah sains dan seni mengenai cara mengajar di sekolah. Secara umumnya pedagogi merupakan mata pelajaran yang wajib bagi mereka yang ingin menjadi guru di sekolah. Sebagai satu bidang kajian yang luas, pedagogi melibatkkan kajian mengenai proses pengajaran dan pembelajaran, pengurusan bilik darjah, organisasi sekolah dan juga interaksi guru-pelajar.
Dari segi etimologinya, perkataan Pedagogi datangnya daripada bahasa Yunani paidagogos, hamba yang menghantar dan mengambil budak-budak pergi balik dari sekolah. (lihat Paidea.) Perkataan “paida” merujuk kepada kanak-kanak, yang menjadikan sebab kenapa sebahagian orang cenderung membezakan antara pedagogi (mengajar kanak-kanak) dan andragogi (mengajar orang dewasa). Perkataan Yunani untuk pedagogi, pendidikan, adalah digunakan dengan lebih meluas, dan seringkali kedua-duanya boleh ditukar guna.

Taksonomi Bloom

Pedagogi moden selalunya membahagikan fungsi pengajaran kepada tiga bidang, yakni apa yang dimaksudkan sebagai taksonomi Bloom. Menurut taksonomi bloom, pengajaran boleh terbahagi kepada:
  • Bidang Kognitif
    Berkenaan dengan aktiviti mental seperti kefahaman, pengetahuan dan analisa.
  • Bidang Afektif
    Berkenaan dengan sikap dan sahsiah diri.
  • Bidang Psikomotor
    Berkenaan dengan aktiviti fizikal seperti kemahiran hidup, pertukangan, dan sukan.
Ketiga-tiga bidang ini nampaknya begitu tersendiri sifatnya, tetapi dalam keadaan pengajaran-pembelajaran semula jadi, pengasingan ketiga perkara ini selalunya tidak wujud. Contohnya, apabila seorang guru ingin mengajar seorang pelajar menulis, dia perlu mengajar pelajar itu cara memegang pencil(bidang psikomotor); bentuk huruf dan maknanya(bidang kognitif); dan juga harus memupuk minat untuk belajar menulis(bidang afektif.
Pada lazimnya, seorang bakal guru akan menerusi kedua-dua bidang ini sebelum menjadi seorang guru. Tetapi bersamping itu, dia juga harus mempelajari perkara-perkara seperti pengurusan bilik darjah, organisasi sekolah, kurikulum sekolah, Perlakuan Mengajar, Interaksi Guru-Pelajar dan sebagainya.
 http://www.geocities.com/nikzafri/pedagogi.html

.

TES MBTI

The Doer
ESTP adalah orang memikirkan apa yang terjadi saat ini, mencari yang terbaik dalam hidup, ingin berbagi dengan teman-teman mereka. ESTP ini terbuka untuk dalam berbagai situasi, dapat berimprovisasi untuk mewujudkan hasil yang diinginkan. Mereka adalah orang yang aktif yang ingin memecahkan masalah mereka bukan hanya mendiskusikannya.
ESTP adalah yang paling mahir mempengaruhi orang lain. Mempromosikan adalah seni baginya. Mereka adalah seorang yang penuh aksi. ESTP tahu semua orang yang penting dan segala sesuatu yang perlu dilakukan karena mereka sangat pandai, selalu mengetahui di mana kegembiraan dan tindakan. Mereka suka memanjakan diri dalam hal-hal yang lebih baik dalam hidup dan untuk membawa orang lain bersama mereka. Tujuan mereka dalam hidup adalah untuk menjual diri dan ide-ide mereka kepada orang lain. Mereka mudah mendapatkan kepercayaan orang lain.
ESTP adalah orang yang antusias dan bersemangat, Mereka bersedia untuk terjun langsung ke hal-hal yang dapat membuat tangan mereka kotor. Mereka memikirkan saat ini, disini dan sekarang. Mereka melihat fakta-fakta dari situasi, dengan cepat memutuskan apa yang harus dilakukan, melaksanakan tindakan, dan beralih ke hal berikutnya.
ESTPs memiliki kemampuan luar biasa untuk melihat sikap masyarakat dan motivasinya. Mereka menangkap isyarat kecil, seperti ekspresi wajah dan sikap. ESTP menggunakan kemampuan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari sebuah situasi. Jika ESTP telah memutuskan bahwa sesuatu perlu dilakukan, maka mereka “melakukannya dan langsung saja”tidak terlalu memusingkan aturan. Namun, ESTP cenderung memiliki keyakinan sendiri yang kuat tentang apa yang benar dan apa yang salah, ketabahan akan menempel pada prinsip mereka.
ESTP memiliki bakat yang kuat untuk drama dan gaya. Mereka bergerak cepat, cepat berbicara pada orang yang memiliki penghargaan terhadap hal-hal indah dalam hidup. Mereka mungkin lebih boros. Mereka biasanya sangat baik menceritakan cerita dan melakukan improvisasi. Mereka biasanya membuat hal-hal semau mereka, bukan tunduk pada rencana.
Mereka suka bersenang-senang, dan menjadi orang yang menyenangkan. Mereka kadang-kadang bisa menyakiti orang lain tanpa menyadarinya, karena mereka umumnya tidak tahu dan mungkin tidak peduli tentang efek kata-kata mereka terhadap orang lain. Bukan karena mereka tidak peduli tentang orang-orang, itu karena mereka tidak terlalu memusingkan perasaan orang. Mereka membuat keputusan berdasarkan fakta dan logika.
Ringkasan: Fleksibel dan toleran, mereka mengambil pendekatan pragmatis difokuskan pada hasil sesegera mungkin. Mereka ingin bertindak penuh semangat untuk memecahkan masalah. Fokus pada di sini dan sekarang, spontan, menikmati setiap saat. Nikmati kenyamanan materi dan gaya. Belajar dengan baik bila dengan praktek.
Keywords: Wirausaha, manajemen krisis, menjual dan mempromosikan, beradaptasi, mengambil risiko.
Karir pekerjaan: Pemasaran, perdagangan, penjualan, manajer usaha kecil, penegakan hukum.
Sumber:psikologizone.com

Selasa, 24 April 2012

teknologi dan pendidikan


 TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
1.Teknologi sangat bersinggungan dengan pendidikan dewasa ini,dimana sekarang ini baik pengajar ataupun murid dituntut untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan teknologi merupakan sebuah solusi untuk mempermudah kita mendapatkan ilmu pengetahuan serta wawasan secara luas dan mudah untuk digunakan dan lebih praktis serta efektif . Teknologi juga berguna menunjang proses pembelajaran sebgai sumber media informasi dan media pembelajaran bertujuan meningkatkan kreativitas baik pengajar maupun siswa .
Misalnya,ketika siswa diminta untuk mengerjakan tugas Biologi tentang hewan amfibi .Siswa menggunakan media teknologi seperti internet untuk menemukan jawaban tersebut ,dimana siswa tinggal mengetikkan topik yang diinginkan .Seperti contoh “hewan amfibi”maka siswa akan mendapatkan informasi seputar hewan amfibi seperti defenisi,contoh,jenis ,habitatnya,cara reproduksi dan gambar-gambar hewan amfibi. Dalam kasus ini kita dapat melihat persinggungan teknologi dan pendidikan yaitu antara tugas siswa(pendidikan ) dan internet /komputer(teknologi).

2.Menurut kelompok kami perkembangan teknologi khususnya di Medan mencakup SD,SMP,SMA serta mahasiswa yaitu sebagai berikut :
. Pada masa sekolah dasar (SD),kami belum menggunakan berbagai teknologi tapi dibidang matematika atau perhitungan kami menggunakan media teknologi seperti kalkulator .
. Pada masa sekolah menengah pertama (SMP) ,kami mulai mengenal komputer serta mempelajari bagian serta fungsi dari Microsoft Office ,disini kami juga menggunakan internet untuk mempermudah mencari tugas .
.Pada masa sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa ,kami mulai mengenal infocus sebagai meedia presentasi ,laptop selalu digunakan di dalam kelas ketika melakukan diskusi kelompok .
Penerapan standar untuk yang melek teknologi di Indonesia khususnya di Medan belum dapat dipastikan maksimal karena terbatasnya fasilitas diruang lingkup pendidikan Medan .

3. Ubiquitas computing adalah era dimana masyarakat menggunakan komputer sebagai media kerja, tidak hanya sekedar dunia virtual tetapi secara nyata di dunia manusia. Kita saat ini berada di era ubiquitas computing. Dimana dalam dunia pendidikan sarana, prasarana (misalnya,proyektor), serta pendidik dan terdidik, banyak di bantu komputer dalam tugasnya sehari-hari. Komputer yang dulu ditinggalkan di rumah, kini dapat dibawa kemana-mana, internet yang dulu mahal kini dapat dicari ditempat-tempat berjaringan WiFI. Sehingga di era ini semua kalangan bisa memakai komputer sebagai media kerja. 

Senin, 09 April 2012

Psikologi Sekolah



 Adinda Andini (11-009)
 Siti Melisa Harahap (11-005) Pritta Astuti Suryaningtyas (11-023)



Kedudukan Psikologi Sekolah dalam Ilmu Psikologi
Psikologi merupakan bagian dari psikologi pendidikan. Sesuai degan pegertian ilmu psikologi, psikologi sekolah mempelajari perilaku dan proses mental di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, psikologi sekolah berfokus kepada siswa, guru dan orang tua siswa.

Perbedaan Psikologi Sekolah dan Psikologi Pendidikan
Psikologi sekolah merupakan ilmu terapan dari psikologi pendidikan yang hanya berfokus pada sekolah dan bidang-bidangnya di sekolah, terutama terhadap murid.
Psikologi sekolah juga berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan akademik, sosialisasi dan emosi yang bertujuan utuk membentuk pola pikir anak.
Psikologi pendidikan
Menurut Santrock, psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang mengkhususkan diri pada pemahaman tentang proses belajar dan mengajar dalam lingkunga pendidikan.
Secara harfiah atau etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa dan “logos” yang berarti ilmu. Psikologi mengandung makna yaitu ilmu jiwa yang berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari jiwa manusia melalui gejala-gejalanya, aktifitas-aktifitasnya atau perilaku manusia.
Psikologi pendidikan berarti cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari jiwa manusia atau perilaku manusia di bidang pedidikan. Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam bidang pendidikan, keefektifan dalam proses pembelajaran, cara mengajar da pengelolaan  organisasi sekolah.
Dari pengertian psikologi pendidikan, dan psikologi sekolah itu sendiri, dapat dilihat perbedaan bahwa psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari jiwa manusia dalam pedidikan serta gejala-gejala di bidang pendidikan. Sedangkan psikologi sekolah adalah ilmu terapan dari psikologi pendidikan yang lebih mengkhususkan diri lagi hanya di dalam lingkungan sekolah, dalam proses pembelajaran dan pengajaran dan lebih secara detail memahami jiwa dan perilaku manusia di dalamnya terutama murid.

Fungsi sekolah sebagai agen perubahan
Sekolah harus memiliki fungsi dan peran dalam perubahan masyarakat menuju ke arah perbaikan dalam segala spek. Dalam hal ini, sekolah memliki 2 karakter secara umum. Pertama, melaksakan peranan, fungsi dan harapan untuk mencapai tujuan dari sebuah sistem. Kedua, mengenali individu yang berbeda-beda dalam peserta didik yang memiliki kepribadian dan disposisi kebutuhan.
Sebagai agen perubahan, sekolah berfungsi sebagai alat :
a. Pengembangan pribadi
b. Pengembangan budaya
c. Pengembangan bangsa
d. Pengembangan warga

Metode yang digunakan dalam Sistem Pembelajaran di sekolah

Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak selalu jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik didukung dengan alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.
Metode ceramah adalah metode yang paling banyak disukai oleh kebanyakan guru, karena paling mudah mengatur kelas maupun mengorganisirnya. Bila guru dalam menyampaikan pesan (dalam hal ini materi pelajaran) dilakukan secara lisan kepada siswa, maka guru tersebut telah dapat dikatakan memberi ceramah. Siswa hanya mencatat dan menghafalkan konsep-konsep yang dijelaskan guru. Dalam metode ini siswa tidak diberi kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep tersebut. Metode ceramah adalah metode yang paling populer dan banyak dilakukan guru, selain mudah penyajiannya, juga tidak banyak memerlukan media. Metode ceramah merupakan suatu metode penyampaian informasi, dimana guru berbicara memberi materi ajar secara aktif dan peserta didik mendengarkan atau menerimanya.
Metode ceramah atau kuliah (lecture) merupakan suatu cara belajar mengajar dimana bahan disajikan oleh guru secara monologue (sologuy) sehingga pembicaraan lebih besifat satu arah (one way communication). Adapun siswa yang memiliki keterbatasan dalam memperhatikan, mendengar, mencamkan, mencatat, diberi kesempatan menjawab dan atau mengemukakan pertanyaan.

Ada juga beberapa metode yang digunakan dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu:

1. Metode Langsung
Metode ini menerapkan secara langsung semua aspek dalam bahasa yang diajarkan. Misalnya, dalam suatu pembelajaran pelajaran bahasa Indonesia di daerah bahasa pengantar di kelas adalah bahasa Indonesia tanpa diselingi bahasa daerah/ bahasa ibu.

2. Metode Alamiah
Metode ini berprinsip bahwa mengajar bahasa baru (seperti bahasa kedua) harus sesuai dengan kebiasaan belajar bahasa yang sesungguhnya seperti yang dilalui anak-anak ketika belajar bahasa ibunya. Proses alamiah sangat berpengaruh pada metode ini.

3. Metode Tatabahasa
Metode ini memusatkan pada pembelajaran vokabulerr (kosakata), kelebihan metode ini terletak pada kesederhanaannya dan sangat mudah dalam pelaksanaannya.

4. Metode Terjemahan
Metode terjemahan (the translation method) adalah metode yang lazim digunakan dalam pengajaran bahasa asing, termasuk dalam pengajaran bahasa Indonesia yang umumnya merupakan bahan kedua setelah penggunaan bahasa ibu/ daerah.

5. Metode Pembatasan Bahasa
Metode ini menekankan pada pembatasan dan penggradasian kosakata dan struktur bahasa yang akan diajarkan, kata-kata dan pola kalimat yang tinggi pemakaiannya di masyarakat diambil sebagai sumber bacaan dan latihan penggunaan bahasa.

6. Metode Lingustik
Prinsip metode ini adalah pendekatan ilmiah karena yang menjadi landasan pembelajaran adalah hasil dari penelitian para linguis (ahli bahasa). Urutan penyajian bahan pembelajaran disusun sesuai tahap-tahap kesukaran yang mungkin dialami siswa. Dengan demikian pada metode ini tidak dilarang menggunakan bahasa ibu, karena dengan bahasa ibu akan memperkuat murid dalam pemahaman bahasa tersebut.

7. Metode SAS
Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) bersumber pada ilmu jiwa yang berpandangan bahwa pengamatan dan penglihatan pertama manusia adalah global atau bersifat menyeluruh. Dengan demikian segala sesuatu yang diperkenalkan pada murid haruslah mulai ditunjukan dan diperkenalkan struktur totalitasnya atau secara global.

8. Metode Bibahasa
Metode ini hampir sama dengan metode linguistik, bahasa ibu digunakan untuk menerangkan perbedaan–perbedaan fonetik, kosakata, struktur kalimat dan tata bahasa kedua bahasa itu.

9. Metode Unit
Metode ini berdasarkan pada 4 tahap, yaitu:
a. mempersiapkan murid untuk menerima pengajaran
b. penyajian bahan
c. bimbingan malalui proses induksi
d. generalisasi dan penggunaannya di sekolah dasar

Permasalahan yang terjadi di sekolah dan solusi pemecahan masalah

Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.
Dalam hal prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.
Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.


Solusinya:
Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.
Maka, solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

Fungsi dan peran Psikolog Sekolah dan perlunya Psikologi Sekolah

Pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah menjadi tanggung jawab bersama antar personel sekolah, guru-guru, wali kelas, dan petugas lainnya. Pekerjaan konselor merupakan salah satu dari pekerjaan profesional di sekolah. Semua personel sekolah terkait dalam pelaksanaan program bimbingan, karena bimbingan merupakan salah satu unsur dari sistem pendidikan. Kegiatan bimbingan mencakup banyak aspek dan saling kait-mengait, sehigga tidak memungkinkan jika layanan bimbingan dan konseling hanya menjadi tanggung jawab konselor saja.

Hal yang diberikan dalam kaitannya dalam Psikologi Sekolah

Yang perlu diperhatikan dalam Pendidikan Seksualitas Anak
Beberapa kalangan tidak menyetujui adanya pendidikan seks diberikan pada anak karena khawatir akan semakin membuat anak ingin tahu dan melakukannya namun ada kalangan yang menyetujui pendidikan seks diberikan sejak usia dini justru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak mereka. Dalam memberikan pendidikan seks pada anak ada rambu-rambu yang harus diperhatikan, diantaranya adalah penyesuaian materi dengan usia anak. Selain hal tersebut, yang harus diperhatikan adalah sbb:
Tanamkan rasa percaya pada anak kita. Apa yang anda pikirkan jika ada seorang anak sekolah dasar kedapatan menyimpan beberapa komik dan VCD porno? Pernahkah terpikirkan oleh anda mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ini terjadi kemungkinan karena anak tersebut tertutup serta tidak adanya kepercayaan terhadap orang tuanya. Mengapa demikian? Seringkali ketika anak menanyakan sesuatu tentang apa yang ia dengar dan ia lihat dari lingkungannya, dan kita anggap itu sebagai sesuatu yang tabu dan memalukan, dengan serta merta kita membentaknya, memarahinya, dan menyuruhnya untuk tidak menanyakan hal-hal seperti itu lagi. Hal ini membuat anak mencari-cari jawaban dari teman-temannya atau sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab.Dalam hal ini kepercayaan menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam membangun ikatan yang harmonis antara orang tua dan anak. Kepercayaan akan membuat si anak mau jujur dan terbuka akan masalah-masalah yang dihadapinya. Namun, sebuah kepercayaan tidak akan muncul jika si anak tidak merasa nyaman ketika ia mencoba jujur dan terbuka dengan orang tuanya.Tinggalkan saru dan tabu, perasaan tabu, saru, malu, dan kaku biasanya timbul karena kita masih beranggapan bahwa masalah seksualitas (termasuk didalamnya seks) adalah jorok atau memalukan. Namun, kita harus menyadari bahwa seksualitas adalah bagian dari diri kita yang mesti dipahami oleh kita, juga anak kita. Sehingga kita dan anak kita tahu, mengerti, puas dengan peranannya, dan mampu menyikapinya dengan wajar dan benar.Sebaiknya, diskusikan masalah ini pada anak dengan tenang. Gunakanlah saat-saat santai, sehingga anak juga tidak merasa malu untuk membicarakannya dengan kita. Akhirnya, anak pun mampu merekam dengan baik hal-hal yang sebenarnya patut untuk mereka ketahui.

Perbedaan Psikolog Sekolah, Psikolog Pendidikan, dan Guru BK
Psikolog pendidikan memiliki ruang lingkup kerja yang luas. Psikolog pendidikan menyelesaikan masalah pendidikan sejak pendidikan pra sekolah hingga perguruan tinggi, setting kelas, sistem sekolah, dan sebagainya. Dengan demikian, psikolog pendidikan memiliki peranan penting dalam mencari titik temu dengan tantangan pendidikan pada suatu bangsa. Untuk dapat melihat luasnya cakupan kerja dari psikolog pendidikan, ruang lingkupnya, yaitu:· Melakukan assesment dan intervensi individual murid sekolah· Konsultasi mengenai keberfungsian sistem sekolah· Melakukan assesment pada anak-anak pra-sekolah di rumahnya, dan di sekolah (play group), untuk memberikan rekomendasi alur sekolahnya· Rekruitmen dan seleksi staf sekolah· Melakukan penelitian dan evaluasi di sekolah, misalnya anak-anak yang mengalami autis· Pelatihan, misalnya memberikan pelatihan ketrampilan konseling, pelatihan untuk guru dalam menghadapi anak yang sulit belajar atau dyslexia, pelatihan keterampilan sosial, stress management, dan adolescent counseling· Assesment orang dewasa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi· Memberikan advice pendidikan yang berkaitan dengan penilaian formal di sekolah yang terkait dengan peraturan-peraturan pendidikan. Konseling terhadap orang tua murid, khususnya mengenai perilaku anaknya Assesment terhadap kebutuhan pendidikan khusus dan disable, anak-anak cacat fisik atau neurologis, dukungan serta kebutuhan dalam setting sekolahnya· Terapi keluarga, terapi individual untuk anak yang mengalami masalah emosional, masalah keluargaDengan demikian, psikolog pendidikan dapat membantu sekolah secara keseluruhan, sehingga sekolah tersebut menjadi lebih efektif dalam mendukung kebutuhan khusus dari murid dalam pendidikan, mengembangkan prosedur perilaku yang efektif, mengembangkan kebijakan lebih efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas sekolah, dan membicarakan tantangan lain yang menjadi minat staf sekolah.
Psikolog Sekolah (Bimbingan Belajar, Play group, TK, SD, SLTP, SMU, dan Perguruan Tinggi). Bimbingan adalah “proses memberikan bantuan kepada siswa agar ia sebagai pribadi memiliki pemahaman yang benar akan diri pribadinya dan akan dunia di sekitarnya, mengambil keputusan untuk melangkah maju secara optimal dalam perkembangannya dan dapat menolong dirinya sendiri menghadapi serta memecahkan masalah-masalahnya, semuanya demi tercapainya penyesuaian yang sehat dan demi kemajuan dan kesejahteraan mentalnya”Sedangkan konseling diartikan sebagai “proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media internet atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”. Bimbingan konseling menempati bidang pembimbingan siswa dalam keseluruhan, proses dan kegiatan pendidikan. Pemberian bimbingan konseling kepada siswa agar masing-masing siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri secara optimal. Bimbingan konseling dapat berfungsi pengembangan artinya, bimbingan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan pribadinya secara lebih terarah dan mantap.
Tugas Guru BK/Konselor Menurut PP No. 74 Tahun 2008 adalah Guru bimbingan konseling /konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan konseling /konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.Tugas guru bimbingan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami serta menilai bakat dan minat. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan bermartabat. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. Pengembangan karir, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.Jenis bimbingan adalah sebagai berikut:Bimbingan orientasi, yaitu bimbingan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan objek-objek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
Letak perbedaan antara psikolog pendidikan dengan guru BK/BP yaitu:Psikolog (termasuk psikolog pendidikan) adalah seorang sarjana psikologi yang telah menjalani pendidikan profesi dan berhak membuka praktek, termasuk praktek konseling, namun tidak berkompeten mengeluarkan resep obat. Psikologi mempelajari perilaku manusia secara umum dan terbagi atas enam bidang, yaitu Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis dan Psikologi Eksperimen.Sedangkan,Konselor adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi bagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi. Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tetapi juga merambah pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan bimbingan konseling kepada peserta didik di satuan pendidikan (sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai sertifikat terlebih dulu.
Sumber:
www.scribd.com
miftah19.wordpress.com
zaifbio.wordpress.com

Selasa, 03 April 2012

Pendidikan Pra Sekolah


Topik hari ini, adalah mengenai Pendidikan Pra Sekolah.
Penulis akan membahas kembali sedikit tentang apa yang sudah dipelajari tadi pagi.

Pendidikan Pra sekolah sering juga disebut dengan pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD).
Defenisi PAUD sesuai dengan UUD RI No. 2 tahun 1989 adalah " Pendidikan anak Pra sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi,pengetahuan dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta mengembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin seumur hidup"
Ruang Lingkup usia anak usia dini adalah:
Bayi              (0-12 bulan)
Toddler         ( 1-3 tahun)
Pra sekolah   (3-6 tahun)
Awal SD       (6-8 tahun)

Ada beberapa tokoh yang mempengaruhi dunia pendidikan
1. Friedik Fruebel
    Beliau merupakan Bapak Pendidikan Anak Usia Dini. Beliau merupakan orang yang pertama kali            membuka sekolah taman kanak-kanak di Jerman

2.John Dewey
   Beliau adalah tokoh yang mempengaruhi pendidikan di Amerika. Teori Dewey mengenai sekolah disebut dengan "progressivism" yang lebih menekankan minat daripada mata peklajaran itu sendiri pada anak didik. Sehingga muncullah istilah " Child Contered" & "Child Centered Schools"


3.Montesori
   Beliau adalah tokoh yang menekankan pada persepsi anak terhadap dunia.

4. Ki Hajar Dewantara
    Beliau merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dan sangat terkenal dengan sekolah yang didirikannya yaitu Taman Siswa. Beliau memiliki pandangan mengenai ciri khas PAUD:
- Menanamkan Budi Pekerti dan sistem Among
-Bentuknya bukan mata pelajaran tetapi menanamkan nilai martabat kemanusiaan,nilai moral,watak, dan pada akhirnya menentukan manusia yang berkepribadian

Nah, itu dia sebahagian dari tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Kali ini penulis akan membahas mengenai pentingnya PAUD.
Pendidikan Anak usia Dini, sangat penting. karena akan memberikan persiapan anak dalam menghadapi masa-masa sekolahnya. Dalam usia mereka , mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui,yakni lewat bermain. Lewat permainan yang diarahkan, anak bisa belajar banyak, seperti melatih cara bersosialisasi,mengatasi konflik,problem solving, kewajiban sosial dan mereka juga bisa belajar 1-3 bahasa.
Lewat bermain anak, tidak dipaksa untuk belajar. saat bermain otak anak dalam keadaan yg tenang, Dan saat tenang itulah, pendidikan bisa masuk dan tertanam.

Sekian ulasan mengenai Pendidikan Anak Usia Dini. Semoga bergunaa yaa teman-teman.... :)
adinda11009.blogspot.com
11052rkm.blogspot.com
amnn11086.blogspot.com

Selasa, 20 Maret 2012

Teori Intelegensi Edward Lee Thorndike

Kelompok 4
Siti Melisa Harahap (11-005)
Adinda Andini (11-009)
Pritta Astuti Suryaningtyas (11-023)

Edward Lee Thorndike lahir 31 Agustus 1874 di Williamsburg, Massachusetts. Dan meninggal pada tanggal 9 Agustus 1949. Edward Thorndike adalah anak seorang pendeta Metodis dan besar di Massachusetts.
Ketika ia lulus dari Universitas Wesleyan pada tahun 1895 dengan gelar sarjana, Thorndike kemudian terdaftar di Harvard University untuk belajar sastra Inggris dan Perancis. Selama semester pertama, ia mengambil kursus psikologi yang diajarkan oleh William James dan pada semester dua dia memutuskan untuk beralih konsentrasi studinya ke psikologi. Dia kemudian pindah ke Columbia University dimana dia belajar dibawah bimbingan psikolog James Mckeen Cattel.
Setelah mendapatkan gelar Ph.D. dari Columbia tahun 1898, Thorndike mengambil posisi sebagai asisten profesor dari pedagogi di Case Western Reserve University. Pada tahun 1900, Thorndike menikah dengan Elizabeth Moulton. Dia kemudian mengambil pekerjaan sebagai seorang profesor psikologi di Teachers College di Columbia University, dimana ia akan terus mengajar untuk sisa karirnya.

Thorndike mungkin paling terkenal untuk teori yang disebut Hukum Efek, yang muncul dari penelitiannya tentang bagaimana kucing belajar untuk melarikan diri dari kotak puzzle. Menurut Hukum Efek, tanggapan yang segera diikuti dengan hasil yang memuaskan menjadi lebih sangat terkait dengan situasi dan karena itu lebih mungkin terjadi lagi di masa depan. Sebaliknya, tanggapan diikuti dengan hasil negatif menjadi lebih lemah terkait dan kecil kemungkinannya untuk terulang kembali di masa depan.

Teori Thorndike menyatakan bahwa Intelegensi terdiri dari berbagai kemampuan spesifik yang ditampilkan dalam wujud perilaku intelegensi. Teori ini menyatakan bahwa intelegensi itu tersusun dari beberapa faktor yang terdiri dari elemen-elemen, tiap elemen terdiri dari atom-atom, dan tiap atom itu terdiri dari stimulus-respon. Jadi, suatu aktivitas adalah merupakan kumpulan dari atom-atom aktivitas yang berkombinasi satu dengan yang lainnya.

Sumber : psychology.about.com
              www.psychologymania.com
adinda11009.blogspot.com
11005smh.blogspot.com
pritta11023.blogspot.com

Jumat, 16 Maret 2012

Bagaimana Pandangan kami sehubungan dengan kewajiban membuat email dan blog pada mata kuliah psikologi pendidikan terkait fenomena pendidikan di indonesia


e-learning = pinter + gaul




kemajuan yang pesat di bidang teknologi tentu membawa berbagai dampak bagi kehidupan manusia. misalnya saja dalam bidang pendidikan . Berbagai fenomena pendidikan yang  muncul di indonesia , misalnya e-learning  dimana siswa dituntut untuk tidak hanya sekedar  belajar di ruang formal seperti kelas, tetapi siswa dapat belajar dengan mengakses internet. Selain itu, media pembelajaran juga semakin canggih seperti penggunaan papan tulis yang semakin sedikit , yang digantikan oleh keberadaan proyektor sebagai media ajar baru. 
sama halnya dengan yang terjadi di bangku universitas dimana kita juga dituntut untuk aktif tidak hanya melalui proses belajar di kelas namun juga secara online. membuat email dan blog contohnya, ini merupakan bentuk dari pengaplikasian teknologi dalam proses belajar dan mengajar. melalui email dan blog ini para mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam membangun pengetahuan yang dituangkan dalam bentuk tugas.
Bila dihubungkan dengan strategi pengajaran oleh William James dan John Dewey dalam prinsip  konstruktivismenya yang menekankan agar individu secara aktif dalam membangun pengetahuan dan pemahaman. Jadi,  dapat dikatakan bahwa konsep strategi pengajaran ini sudah terlaksana dalam mata kuliah psikologi pendidikan.

lalu , apa sih hubungan antara e-learning dengan menjadi pinter + gaul. Nah, pinter disini bukan berarti harus dengan cara membaca buku terus menerus. Pinter dalam artian yang lebih luas, kita mampu untuk menggunakan ilmu yang kita dapat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.  contohnya, konsep-konsep cara mengajar yang kita dapatkan dari mata kuliah psikologi pendidikan dapat kita terapkan di rumah  ketika adik kita meminta kita untuk mengajarkan pelajarannya yang kurang dimengerti. kaitannya dengan e-learning adalah seperti yang dikatakan sebelumnya kita dapat mengakses informasi melalui internet, tidak hanya pada situs-situs formal namun juga nonformal. 


kalo gaul disini tidak hanya sekedar nongkrong di kafe atau jalan-jalan di mall bareng temen tapi lebih dikaitkan dengan bagaimana kita bisa selalu mendapatkan informasi baru dan tidak  ketinggalan zaman.
dalam proses mencari informasi baru itu secara tidak sengaja kita berkenalan dengan orang-orang baru. 
jadi, wawasan yang kita dapat dari e-learning akan membuat kita menjadi lebih gaul karena orang yang gaul tentunya memiliki informasi yang update serta orang yang memiliki banyak informasi yang update adalah orang pinter.
pada akhirnya konsep e-learning bisa menjadikan orang pinter + gaul  tergantung pada setiap individu yang memanfaatkannya.

Laili Isrami

Tia Nahara Hendrati
11074tianahara.blogspot.com

Adinda andini
adinda11009.blogspot.com