Jumat, 08 Juni 2012

Tugas Mini Proyek 2012


Siti Melisa Harahap 11-005
Adinda Andini 11-009
Pritta Astuti Suryaningtyas 11-023


Topik
Peran Motivasi dalam Mewujudkan Prestasi
Judul
Minat dan Motivasi Siswa dalam Proses Belajar di kelas
Pendahuluan
Alasan kami memilih judul “Peran Motivasi Dalam Proses Mewujudkan Keinginan/Prestasi pada anak SMA” adalah  karena kami ingin mengetahui seberapa besar motivasi anak dalam tingkatan belajarnya. Dalam penelitian ini kami juga ingin mengetahui bagaimana proses belajar anak,tingkat jeda waktu belajar dia. Disini kami juga ingin mengetahui apa saja yang menjadi dasar-dasar motivasi keinginan belajar si anak. Motivasi juga sangat berperan penting dalam perkembangan proses belajar si anak. Motivasi belajar bisa datang dari mana aja seperti orangtua,teman,keluarga dan lain sebagainya. Semakin banyak dukungan buat si anak maka semakin besar kemauan anak belajar, dan itu bisa dijadikan motivasi dalam mencapai prestasi yang lebih dari sebelumnya. Dan disini kami akan menjabarkan hasil dari penelitian kami tentang motivasi belajar dari siswa/siswi SMA dalam penelitian yang kami lakukan akan kelihatan besar seberapa besar motivasi belajar seorang anak dalam meningkatkan prestasi belajarnya

Landasan teori
Motivasi Belajar dan Teori Perilaku (Bandura)

Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan (reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang  dibandingkan dengan perilaku yang tidak memperoleh penguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsep motivasi belajar, penganut teori perilaku lebih memfokuskan pada seberapa jauh siswa telah belajar untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangka mendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995).

Mengapa sejumlah siswa tetap bertahan dalam menghadapi kegagalan sedang yang lain menyerah? Mengapa ada sejumlah siswa yang bekerja untuk menyenangkan guru, yang lain berupaya mendapatkan nilai yang baik, dan sementara itu ada yang tidak berminat terhadap bahan pelajaran yang seharusnya mereka pelajari? Mengapa ada sejumlah siswa mencapai hasil belajar jauh lebih baik dari yang diperkirakan berdasarkan kemampuan mereka dan sementara itu ada sejumlah siswa mencapai hasil belajar jauh lebih jelek jika dilihat potensi kemampuan mereka? Mengkaji penguatan yang telah diterima dan kapan penguatan itu diperoleh dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, namun pada umumnya akan lebih mudah meninjaunya dari sudut motivasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Penghargaan (Reward) dan Penguatan (Reinforcement)
Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidak memadai untuk motivasi karena motivasi belajar manusia itu sangat kompleks dan tidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat lapar kita dapat meramalkan bahwa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif. Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yang merupakan penguat dan apa yang bukan penguat, karena nilai penguatan dari penguat yang paling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional.

Penentuan Nilai dari Suatu Insentif
Ilustrasi berikut menunjukkan poin penting: nilai motivasi  belajar dari suatu insentif tidak dapat diasumsikan, karena nilai itu dapat bergantung pada banyak faktor (Chance, 1992). Pada saat guru mengatakan “Saya ingin kamu semua mengumpulkan laporan buku pada waktunya karena laporan itu akan diperhitungkan dalam menentukan nilaimu,” guru itu mungkin mengasumsikan bahwa nilai merupakan insentif yang efektif untuk siswa pada umumnya. Tetapi bagaimanapun juga sejumlah siswa dapat tidak menghiraukan nilai karena orang tua mereka tidak menghiraukannya atau mereka memiliki catatan kegagalan di sekolah dan telah mengambil sikap bahwa nilai itu tidak penting. Apabila guru mengatakan kepada seorang siswa, “Pekerjaan yang bagus! Saya tahu kamu dapat  mengerjakan tugas itu apabila kamu mencobanya!” Ucapan ini dapat memotivasi seorang siswa yang baru saja menyelesaikan suatu tugas yang ia anggap sulit namun dapat berarti hukuman (punishment) bagi siswa yang berfikir bahwa tugas itu mudah (karena pujian guru itu memiliki implikasi bahwa ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas itu). Seringkali sukar menentukan motivasi belajar siswa dari perilaku mereka karena banyak motivasi yang berbeda dapat mempengaruhi perilaku. Kadang-kadang suatu jenis motivasi jelas-jelas menentukan perilaku, tetapi pada saat yang lain, ada motivasi lain yang berpengaruh (mempengaruhi) terhadap perilaku belajar siswa.

Tujuan Penelitian
-          Untuk mengetahui sejauh mana motivasi siswa SMA dalam proses belajar dikelas
-          Untuk mengetahui tingkat dan minat belajar siswa SMA
-          Untuk mengetahui tingkat prestasi siswa
Alat-alat dan bahan yang digunakan dalam proses penelitian
-       Kamera
-       Handphone
-        Alat-alat tulis (Buku, kertas dan pena)
-        Laptop
-        Reward
Subjek Penelitian
-          5 orang siswa SMA
Koresponden yang diteliti
Koresponden yang diteliti adalah tentang tingkat motivasi dan minat belajar siswa pada saat pelajaran itu berlangsung yang terjadi di dalam kelas  ,dan memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi belajar siswa di kelas khususnya ditingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) dengan metode wawancara sebagai acuan kami untuk mendapatkan suatu kesimpulan dari hasil penelitian kami yang berjudul “Minat dan Motivasi Siswa Dalam Proses Belajar Di Dalam Kelas”
Metode yang digunakan
Pengambilan data dilakukan melalui proses  wawancara yaitu dengan bertatap muka serta tanya jawab terhadap koresponden yang telah dipilih secara acak dan yang memiliki prestasi disekolah. .Adapun pertanyaan - pertanyaan yang diajukan dalam angket tersebut adalah:
1.Ketika guru menjelaskan pelajaran ,apakah kamu sering bertanya ketika tidak mengerti ?Lalu apakah kamu mencoba mengulang pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru  ketika berada dirumah ?
2.Apa saja kegiatan kamu diluar jam sekolah ?
3.Kapan kamu memiliki jam belajar khusus ?
4.Kamu sebagai seorang siswa lebih sering mengerjakan pekerjaan rumah (PR) disekolah atau dirumah ?
5.Apakah kamu sering melakukan diskusi diluar jam sekolah ?
6.Apakah kamu belajar berdasarkan guru yang kamu suka atau mata pelajaran yang kamu suka ?
7.Pada saat berada di rumah, apakah kamu belajar masih dalam pantauan orang tua ?
8.Cara apa yang biasa kamu lakukan untuk dapat mengerti pelajaran tersebut ?
9.Apa yang akan kamu lakukan jika nilai kamu buruk? Apakah kamu merubah cara belajar kamu atau menambah porsi belajar kamu?
10.Apakah kamu akan termotivasi belajar jika kamu di janjikan oleh orang tua sesuatu?

Proses Analisa dan Kesimpulan
Setelah hasil jawaban dari wawancara diperoleh, maka kami akan mencari sekaligus menarik kesimpulan dari jawaban - jawaban yang diberikan oleh koresponden untuk mendapatkan hasil. Hasil kesimpulannya adalah jawaban yang paling banyak yang didapat dari koresponden.

Penjadwalan Awal yang Telah Direncanakan
No Kegiatan Tanggal Tempat
1.

2.
3.
4.


5.

6.
7.
8.
9.

10.

11.
Pemilihan Topik dan Judul Proyek Mini
Menentukan metode wawancara
Menentukan kebutuhan wawancara
Permohonan surat izin kepada pihak fakultas untuk mengunjungi sekolah yang akan diwawancara
Permohonan izin kepada pihak sekolah untuk wawancara
Membuat pertanyaan wawancara
Membeli kebutuhan wawancara
Pelaksanaan wawancara
Membuat pendahuluan dan landasan teori
Diskusi penyimpulan hasil wawancara dan pembuatan poster
Memposting keseluruhan hasil
25 April 2012

25 April 2012
25 April 2012
7 Mei 2012


11 Mei 2012

12 Mei 2012
16 Mei 2012
16 Mei 2012
19 Mei 2012

21 Mei 2012

1 Juni 2012
Di kampus

Di kampus
Di kampus
Di kampus


Di sekolah

Di kampus
Di majestik
Di sekolah
Di tempat makan

Di kampus

Di rumah




















Kalkulasi biaya dari awal perencanaan hingga evaluasi
Reward untuk siswa : Rp.28.500
Biaya tak terduga     : Rp.99.000
Total                       : Rp.127.500
Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Proyek

No Kegiatan Tanggal Tempat
1.
2.
3.
4.


5.

6.
7.
8.
9.
10.

11.
Pemilihan Topik dan Judul Proyek Mini
Menentukan metode wawancara
Menentukan kebutuhan wawancara
Permohonan surat izin kepada pihak fakultas untuk mengunjungi sekolah yang akan diwawancara
Permohonan izin kepada pihak sekolah untuk wawancara
Membuat pertanyaan wawancara
Membeli kebutuhan wawancara
Pelaksanaan wawancara
Membuat pendahuluan dan landasan teori
Diskusi penyimpulan hasil wawancara dan pembuatan poster
Memposting keseluruhan hasil
25 April 2012
25 April 2012
25 April 2012
11 Mei 2012


14 Mei 2012

15 Mei 2012
16 Mei 2012
16 Mei 2012
19 Mei 2012
21 Mei 2012

7 Juni 2012
Di kampus
Di kampus
Di kampus
Di kampus


Di sekolah

Di kampus
Di majestic
Di sekolah
Di tempat makan
Di kampus

Di warnet



Laporan dan evaluasi
Laporan
Setelah kami mendapatkan hasil data dari wawancara yang diisi oleh siswa-siswi SMA Kemala Bhayangkari tersebut kami memperoleh kesimpulan :

1.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari jarang bertanya didalam kelas setelah guru menjelaskan.
2.      Kegiatan siswa SMA Kemala Bhayangkari di luar jam sekolah yaitu mengikuti ekskul.
3.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari memiliki jam khusus pada malam hari.
4.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari lebih sering mengerjakan PR di rumah.
5.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari jarang melakukan diskusi di luar jam sekolah
6.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari suka belajar berdasarkan guru dan mata pelajaran kesukaannya.
7.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari tidak lagi belajar dalam pantauan orang tua di rumah.
8.      Siswa SMA Kemala Bhayangkari bertanya kepada teman jika tidak mengerti pelajaran.
9.      Apabila nilai siswa SMA Kemala Bhayangkari buruk, siswa lebih berusaha dan giat belajar.
10.  Siswa SMA Kemala Bhayangkari termotivasi belajar jika dijanjikan oleh orang tua sesuatu.

Jadi, kesimpulannya siswa SMA Kemala Bhayangkari jarang melontarkan pertanyaan apabila guru sedang menjelaskan pelajaran tertentu dan jarang melakukan diskusi di dalam kelas, tetapi siswa sering bertanya kepada temannya jika pelajaran yang mereka dapati belum dimengerti. Biasanya siswa suka belajar berdasarkan guru dan mata pelajaran yang mereka sukai. Selain itu para siswa memiliki waktu khusus untuk belajar yaitu pada malam hari dimana siswa mengerjakan pr nya dan tanpa pengawasan lagi dari orang tua mereka. Di luar jam sekolah mereka juga sering mengikuti kegiatan tertentu seperti les private, les musik, dan kegiatan ekskul lainnya. Para siswa juga lebih giat dan termotivasi belajarnya disaat nilai mereka mulai memburuk serta apabila diiming-imingi atau dijanjikan sesuatu oleh orang tuanya.

Evaluasi
No. Kegiatan Tanggal Perencanaan Tanggal Pelaksanaan Tempat
1.

2.

3.

4.



5.

 6.

7.

8.
9.

10.


11.
Pemilihan Topik dan Judul Proyek Mini
Menentukan metode wawancara
Menentukan kebutuhan wawancara
Permohonan surat izin kepada pihak fakultas untuk mengunjungi sekolah yang akan diwawancara
Permohonan izin kepada pihak sekolah untuk wawancara
Membuat pertanyaan wawancara
Membeli kebutuhan wawancara
Pelaksanaan wawancara
Membuat pendahuluan dan landasan teori
Diskusi penyimpulan hasil wawancara dan pembuatan poster
Memposting keseluruhan hasil
25 April 2012

25 April 2012

25 April 2012

7 Mei 2012



11 Mei 2012

 12 Mei 2012

16 Mei 2012

16 Mei 2012
19 Mei 2012

21 Mei 2012


1 Juni 2012
25 April 2012

25 April 2012

25 April 2012

11 Mei 2012



14 Mei 2012

 15 Mei 2012

16 Mei 2012

16 Mei 2012
19 Mei 2012

21 Mei 2012


7 Juni 2012
Di kampus

Di kampus

Di kampus

Di kampus



Di sekolah

Di kampus

Di majestik

Di sekolah
Di tempat makan

Di kampus


Di warnet

Poster
Testimonial Anggota
Siti Melisa Harahap (11-005)
Pertama kali saya mendengar tugas proyek mini ini saya langsung berpikiran segala hal yang rumit. Karena tugas ini langsung terjun ke lapangan dan berhadapan dengan orang-orang yang baru. Mungkin kalau tugas ini bukan tugas perkelompok dari awal sampai akhir saya pasti akan kebingungan. Tetapi karena dengan teman-teman sekelompok yang saling membantu akhirnya tugas ini selesai juga.  Dan saya rasa yang paling penting adalah kekompakkan dari satu tim.
Setelah dijalani semuanya ternyata asumsi saya mengenai kerumitan proyek mini adalah salah. Kalau dengan niat pasti semuanya pasti akan terasa lebih cepat. Dan dari tim kami sendiri mungkin hanya jadwal waktu saja yang membuat kami agak lama mengerjakannya. Terima kasih buat teman-teman yang sudah membantu kami dalam penyelesaian tugas proyek mini ini. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah SMA Kemala Bhayangkari yang sudah membantu kami mengerjakan tugas ini dan juga kepada Ibu Dina yang memberikan tugas ini sebagai gambaran untuk skripsi dan sebuah pengalaman yang sangat membantu saya ke depannya :)

Adinda Andini (11-009)
Menurut saya ini pengalaman yang sangat menantang bagi saya ,karna saya di tuntut untuk lebih peka ,lebih aktif serta lebih bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas mini proyek ini . Kesulitan yang saya dan kelompok saya dapatkan adalah kendala waktu yang bentrok dengan  jadwal mata kuliah kami dengan pihak sekolah yang akan kami wawancara  .Tetapi hal ini membuat kami tertantang dan  lebih mengefisiensi waktu.Saya sangat bersyukur dengan semua tantangan yang telah diberikan kepada kami ,kami dapat melewatinya dengan baik walaupun sedikit ada hambatan tetapi kami bisa menutupinya dengan saling bekerja sama antara satu dengan yang lain karna setiap anggota kelompok kami saling membantu dan memiliki porsi yang sama dalam penyelesaian tugas mini proyek mini tersebut.Saya perwakilan dari kelompok ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Dina karna telah memberi kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan tugas mini proyek tersebut .Hanya ini yang bisa saya ucapkan ,apab
ila ada kekurangan mohon dimaafkanTerima kasih .
Pritta Astuti Suryaningtyas (11-023)
Ini adalah tugas lapangan pertama yang saya lakukan dari semua mata kuliah yang saya  jalani, pertama kali juga untuk turun ke lapangan untuk meneliti secara langsung. Awalnya saya merasa sangat sulit dalam melakukan tugas ini. Karena sebelum melakukan mini proyek ini dosen pengampuh tidak memberi pengarahan yang jelas terlebih dahulu. Tetapi dengan terjun langsung ke lapangan, saya bisa nanyak langsung dan bertatapan muka dengan narasumber. Dengan bertatapan muka langsung saya juga bisa melihat secara langsung apa reaksi mereka ketika menjawab  semua pertanyaan.  Dengan adanya tugas proyek mini saya bisa belajar bagaimana ketika mendapatkan tugas praktek lapangan,hal-hal apa saja yang harus dilakukan ketika turun lapangan. Yang membuat tugas ini agak repot mungkin cara pengerjaan nya yang terlalu rumit. Tugas proyek mini ini mengajarkan saya bagaimana kondisi ketika harus turun ke lapangan secara langsung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar